HeadlineMetro Fakfak

Meresahkan Masyarakat, Ketua DPRD Fakfak Minta 19 Orang Penumpang Speedboat Diisolasi

FAKFAK, kabarfakfak.com – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Fakfak diminta segera mengisolasi atau karantina 19 penumpang termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah tiba di Kabupaten Fakfak gunakan Speedboar Kiti-Kiti milik DPRD Kabupaten Fakfak, Minggu (29/3/2020) tadi malam.

Hal itu ditegaskan Ketua DPRD Kabupaten Fakfak, Siti Rahma Hegemur, ST kepada awak media di kediamannya, Sanin (30/3/2020) siang tadi.

Menurut dia, hal itu dilakukan agar tidak meresahkan masyarakat terkait kebijakan Bupati Fakfak melockdowan terbatas akses orang yang masuk melalui Pelabuhan Laut dan Bandar Udara diwilayah ini,

“Saya sarankan kepada tiga ASN, dan beberapa mahasiswa untuk dikarantinakan agar jangan meresahkan masyarakat Kabupaten Fakfak, kita harus mengikuti prosedur yang dilakukan oleh pak Bupati dan juga Satgas percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Fakfak,”ujar Siti Rahma Hegemur.

Sementera terkait penggunaan Speedboat milik DPRD Kabupaten Fakfak, Siti Rahma mengakui benar adanya surat masuk dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Fakfak 27 Maret 2020 yang perihalnya peminjaman Speed Boad Kiti-Kiti DPRD Kabupaten Fakfak.

“Surat pak Sekda kegunaannya untuk tanggal 28 Maret 2020 menjemput dua tenaga dokter spesialis dan alat pelindung diri atau APD dan beberapa peralatan RSUD khususnya menangani Covid-19, nah itu surat resmi dari pemerintah daerah ke kami DPRD Kabupaten Fakfak,”kata Siti Rahma.

Sedangkan, lanjut Siti Rahma terkait penggunaan Speed Boad oleh 3 orang ASN untuk menjemput 19 orang mahasiswa yang datang dari beberapa Kota Studi ke Fakfak 29 Maret 2020, tidak diketahui oleh Pimpinan DPRD Kabupaten Fakfak.

“Jadi sekali lagi saya selaku Ketua DPRD Kabupaten Fakfak mengklarifikasi kepada pemerintah daerah, satgas dan masyarakat Kabupaten Fakfak penggunaan Speed Boad untuk menjemput 19 mahasiswa termasuk ASN didalamnya tidak melalui prosedur,”tegasnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Fakfak Iskandar Tasya, A.Md.T.

Senada juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Fakfak Iskandar Tasya, A.Md.T bahwa, 19 orang mahasiswa termasuk juga ASN harus diisolasi diri sehingga mendapat pemantauan dari tim medis atau kesehatan.

“Dan oknum-oknum yang melanggar kebijakan Bupati segera ditindak oleh Bupati selaku atasan mereka, tindakan sanksi berupa apa saja itu kebijakan Bupati sesuai regulasi,”ujarnya. [monces]

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close