HeadlineMetro Fakfak

Pengalaman di depan Pasar Thumburuni, Kasatpol PP Minta Tidak Bangun Pangkalan Ojek di Pasar Baru

FAKFAK, kabarfakfak.com – Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Fakfak Chrisye Talla dan Ketua Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (F. SPTI) Kabupaten Fakfak Wihyono datang ke Kantor Satpol PP Kabupaten Fakfak, Rabu (14/4/2020) siang.

Kedatangan Kepala Bidang Pasar dan Ketua F. SPTI itu bertujuan bertemu dengan Kepala Satpol PP koordinasi terkait penempatan ojek di areal parkir pasar baru dekat Pelabuhan Fakfak

Mereka diterima Kapala Satpol PP Kabupaten Fakfak diruang kerjanya, dan dalam koordinasi internal itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Fakfak Arif H. Rumagesan berpendapat bahwa, sebaiknya tidak membangun pangkalan ojek di pasar baru sementara, namun melakukan hilir mudik mengangkut penumpang yang hendak keluar dari pasar dan sekitarnya.

“Kenapa saya bilang begitu, sebab ojek berpangkalan disitu akan terjadi kecemburuan sopir angkutan umum yang telah menempati areal pasar baru itu sebagai terminal penumpang,”kata Arif.

Pengalaman Arif, pernah terjadi di terminal penumpang Thumburuni, waktu itu akibat sering ojek mengambil penumpang yang keluar dari pasar hendak naik angkot di terminal.

“Sehingga angkot tidak lagi stey di terminal menunggu penumpang tapi, langsung turun parkir di bawa jembatan layang, nah hal itu terjadi kecemburuan sehingga kami Satpol PP membongkar pangkalan ojek di daerah itu,”ujar Arif.

Mencermati kejadiaan atau persoalan saat itu, sehingga Arif menyarankan agar para tukang ojek tidak bermangkal atau membuat pangkalan menetap di areal atau depan pasar baru.

“Alasan lain, ojek ini tidak memberikan kontribusi ke negara, tapi kalau angkot jelas memberikan kontribusi ke negara, sehingga pantas dia diberikan fasilitas yang layak oleh pemerintah dalam hal ini dinas perhubungan,”jelas Arif.

Sementara Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Fakfak Chrisye Talla sangat merespon posotif pendapat Kasat Pol PP, namun telah terjadi kesepakatan bersama antara pihak ojek helm orens dan helm hijau di Pujasera Fakfak

“Dalam kesepakatan itu, sepuluh ojek orens dan sepuluh ojek hijau hanya bisa tempati belakang kantor UPT Pasar baru sementara, dan akan dibuatkan tata tertib, jika ada yang langgar keluar dari daerah itu,”ujar Chrisye Talla.

Kepala Satpol PP Arif Rumagesan kembali menegaskan jika tidak menghindaki keputusan bersama itu dan mengganggu ketertiban umum akan ditertibkan, tidak lagi ojek mangkal di daerah itu.

“Ade Chrisye sebenarnya jalankan saja tupoksi, karena terkait dengan angkutan umum ada instansi yang punya kewenangan itu seperti dinas perhubungan, dan saya berharap tolong koordinasi baik dengan mereka, supaya kedepan tidak terjadi konflik seperti tahun sebelumnya,”pintanya.

Ketua Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (F. SPTI) Kabupaten Fakfak Wihyono, tidak diberikan kesempatan oleh Kasat Pol PP, karena nantinya dianggap berkepentingan.

Namun pesan terakhir Kepala Satpol PP dari koordinasi itu, agar semua pihak termasuk Dinas Perhubungan, Satuan Lalu Lintas Polres Fakfak, Ketua-Ketua Ojek dan juga Instansi tekait lainnya pertemuan bersama guna membahasnya sehingga tidak terkesan sepihak. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close