HeadlineMetro Fakfak

Sebanyak 65 Orang Penumpang KMP. Kalabia Dikarantina di Diklat Pemda Fakfak

FAKFAK, kabarfakfak.com – Kapal Motor Penyebrangan (KMP). Kalabia membawa 65 orang penumpang dari Sorong sandar di Pelabuhan Fakfak Kamis (23/4/2020) siang kemarin.

Penumpang asal Fakfak yang sebagian besar mahasiswa dari berbagai kota Studi terjebak lama di Sorong begitu turun dari kapal langsung dibawa menggunakan kendaraan Dalmas Polres Fakfak, Satpol PP dan Kodim 1803/Fakfak ke Diklat Pemda Kabupaten Fakfak untuk menjalani Karantina Khusus.

Setelah tiba di Diklat, mereka mendapat arahan dari Ketua Pelaksana Harian Covid-19 Kabupaten Fakfak Drs. H. Ali Baham Temongmere, M.TP.

Dalam arahannya, Sekda Kabupaten Fakfak ini mengatakan langkah yang dilakukan Pemerintah dan Gugus Covid-19 Kabupaten Fakfak merupakan prosedur yang dilakukan diseluruh dunia guna mencegah penyebaran wabah Corona ini.

“Semua orang harus menyadari ini, bahwa dihadapan kita kematian dekat skali, sesungguhnya sudah ada aturan, himbauan dan sebagainya dari pemerintah pusat sampai ke daerah bahwa sosial ditancing, physical¬†distancing, tidak boleh melakukan perjalanan, mahasiswa harus. ada di tempatnya belajar dari rumah bukan pulang kampung, bukan mudik,”ujarnya.

Menurutnya, mahasiswa yang melakukan perjalanan pulang kampung, seharusnya sudah melanggar aturan, memaksa pemerintah kemudian mengambil kebijakan yang berhadapan dengan tuntutan masyarakat yang melindungi daerahnya.

“Tadi ade-ade semua saksikan sendiri ada demo menolakan di pelabuhan setelah tiba, itu artinya mereka tidak mau penyakit ini dibawah oleh orang yang datang dari luar,”kata Ali Baham.

Ali Baham meminta agar menjalani karantina mengikuti semua aturan yang diatur oleh tim medis gugus Covid, dengan tidak keluar dari tempat karantina, jaga sosial distancing, physical distancing.

“Ada yang keluar dari tempat Karantina akan dicari oleh aparat keamanan dari Kepolisian, Kodim, mereka akan cari dan jemput kalian bawa kembali untuk jalani karantina,”tegasnya.

Sementara dr. Subhan Rumoning, Sp. PD mengatakan, 65 orang yang di karantina khusus sebagai status Orang Dalam Pemantauan (ODP) sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) tujuannya adalah agar terhindar dari penularan atau penyebaran Covid ini.

“Teman-teman akan dilakukan surfailen oleh tim surfailan, yang selanjutnya pengambilan darah oleh tim medis. Intinya semua dilakukan sesuai dengan prosedur, sehingga saya berharap semua yang datang ini semuanya sehat,”pintanya.¬†

Setelah arahan, satu persatu menjalani pemeriksaan kesehatan diantaranya cek suhu tubuh dan pengambilan darah, yang selanjutnya diatur ke tempat yang telah disediakan Tim medi Gugus Covid-19. Mereka akan jalani karantina selama 14 hari kedepan. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close