HeadlineKesehatan

Hasil Rapid Test 1 Orang Positif, dr. Subhan : Belum Tentu Positif Covid-19

FAKFAK, kabarfakfak.com – Dari 70 orang yang menjalani Rapid Test atau test cepat oleh Tim Kesehatan Covid-19 Kabupaten Fakfak, satu orang diketahui positif. Namun yang bersangkutan belum tentu positif Virus Corona atau Covid-19, karena masih ada test lanjutan termasuk test Swab.

Hal itu disampaikan dr. Subhan Rumoning, Sp. PD Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Fakfak kepada awak media saat konference Pers di Posko Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Fakfak, Sabtu (25/4/2020) tadi malam

Untuk itu, Direktur RSUD Kabupaten Fakfak ini meminta warga tidak kuatir atau panik berlebihan soal hasil pemeriksaan menggunakan alat tes diagnostik cepat atau Rapid Test untuk mendeteksi infeksi Virus Corona atau Covid-19.

“Kepada seluruh masyarakat Kabupaten Fakfak, kami meminta jangan panik atau takut berlebihan terhadap hasil rapid test satu orang positif,”kata dr. Subhan didampingi Juru Bicara Pemerintah Kabupten Fakfak Gondo Suprapto, SKM, M.Si.

Menurut Subhan, hasil repid test merupakan hasil pemeriksaan sangat awal yang mesti ditindaklanjuti dengan pemeriksaan laboratorium lanjutan menggunakan metode reaksi rantai polimerase (Polymerase Chain Reaction/PCR) untuk memastikan bahwa seorang pasien positif terserang Covid-19.

“Jadi kita ambil swab tenggorokan dan swab nasofaring dan sebagainya untuk nanti kita berkoordinasi dengan pemerintah untuk dikirim melalui Bintuni, Manokwari selanjutnya ke Balitbangkes (Balai Penilitian dan Pengembangan Kesehatan) Kementrian Kesehatan di Makassar untuk mendapatkan hasilnya,”kata dr. Subhan.

Meski begitu, lanjut dr. Subhan, yang bersangkutan tetap terpantau ful untuk melihat perkembangannya dengan tetap pemberian obat-obatan, dan yang bersangkutan terpisahkan dengan Orang Dalam Pemantauan (ODP) lainnya yang hasil Rapid Testnya negatif.

“Jadi masyarakat tidak perlu kuatir, karena rapid test positif bukan berarti Covid, karena rapid test positif bisa menunjukan gejala yang lain, seperti kita berburu, kalau kita melihat jejak binatang belum tentu itu rusa, bisa binatang yang lain, nah kita harus kirim (hasil rapid testnya) untuk mengetahui hasilnya,”jelas dr. Subhan. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close