HeadlineKesehatan

Dr. Subhan Minta Masyarakat Jangan Panik, Antibodi Terdektesi Rapid Test bisa saja Penyakit Lain

FAKFAK, kabarfakfak.com – Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Fakfak dr. Subhan Rumoning, Sp. PD meminta masyarakat untuk tidak panik terhadap hasil Rapid Test, tetapi harus wapada menjauhi kerumunan banyak orang atau Sosial Ditancing dan Physical Distancing.

Dokter ahli penyakit dalam ini menjelaskan bahwa, Rapid Test adalah cara skrining awal untuk mendektesi antibodi, yaitu lgM dan  lgG (jenis antibodi yang paling banyak ada dicairan tubuh), yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan Virus Corona.

“Anti bodi inidibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona,”ujar dr. Subhan Rumoning saat konference pers di Posko Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Fakfak, Minggu (3/5/2020) tadi malam.

Menurutnya, bila antibodi ini terdektesi di dalam tubuh seseorang, hal itu berarti tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh virus Corona.

“Pembentukan antibodi memerlukan waktu, bisa sampai beberapa minggu. Perlu dicermati, rapid test hanya bersifat pemeriksaan skrining atau penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosis infeksi virus Corona,”jelasnya.

Lebih jauh dijelaskannya, jika hasi rapid test positif menandakan orang yang diperiksa pernah terinfeksi. Meski begitu, orang yang sudah terinfeksi virus Corona dan memiliki virus ini dalam tubuhnya bisa saja mendapatkan hasil rapid test yang negatif, karena tubuhnya belum membentuk antibodi terhadap virus Corona.

“Itulah mengapa jika hasilnya negatif, pemeriksaan rapid test perlu diulang 7-10 hari setelahnya. Bila hasil rapid test anda positif, jangan panik dulu. Antibodi yang terdektesi pada rapid test bisa saja merupakan anti bodi terhadap penyakit lain, virus lain atau virus Corona jenis lain, bukan yang menyebabkan Covid-19,”tandasnya. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close