Hukum & Kriminal

Bos Apotik Satria Medika Fakfak Lapor Ketua DKR ke Polisi

FAKFAK, kabarfakfak.com – Pimpinan Apotik Satria Medika Fakfak Rida Angriani lapor Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kabupaten Fakfak bernisial AL ke Polisi Resort Fakfak, Senin (15/6/2020) sekitar pukul 10.00 WIT.

Kepada wartawan usai membuat laporan Polisi, Rida Angriani didampingi Penasehat Hukumnya.Yunus Basari, S.H mengatakan, AL dilaporkan ke Polisi karena diduda melakukan pencemaran nama baik.

“Saya selaku pimpinan sekaligus pemilik Apaotik Satria Medika hari ini (Senin 15 Juni 2020) kesini membuat laporan Polisi terkait pemberitaan adanya pengadaan Rapid Test di tempat kami yang menurut saya sudah menggiring opini, yang saya kuatir pembunuhan karakter,”ujar Rida Angriami di Mapolres Fakfak.

Menurut Rida, Apotik Satria Medika adalah murni swasta dan tidak ada kaitannya dengan Pemerintah Daerah bahkan alat rapid test yang digunakan untuk pelayanan pemeriksaan Covid -19 tidak digunakan dari Pemerintah Daerah namun alat tersebut dibeli melalui distributor langganan.

“Klinik Satria Medika murni swasta dan alat rapid test tersebut tidak menggunakan milik Pemerintah Daerah melainkan reapid test tersebut dibeli pihak klinik Satria Medika melalui distributor langganan,”kata Rida.

Pelayanan rapid test di klinik miliknya, lanjut Rida sebenarnya dilakukan hanya untuk beberapa karyawan perusahaan karena sudah ada perjanjian kerjasama sesuai dengan harga yang telah ditetapkan bahkan harga Rapid Test dengan besaran Rp.1.000.000 sudah sesuai dengan hasil asesmen.

“Namun setelah pelayanan rapid test berjalan ada juga masyarakat yang datang di klinik untuk meminta bantuan agar dilakukan rapid test guna kepentingan mereka keluar Fakfak dan itu kami bantu dan tentunya harga rapid test juga diberlakukan sama,”jelasnya.

Lebih jauh dijelaskannya, untuk melakukan Rapid Test di kliniknya tidak saja dengan mengambil darah dan diberikan kertas hasil rapid melainkan dalam melakukan Rapid Test di kilnik Satria Medika yang digunakan adalah plasma darah.

“Sehingga hasilnya valid bahkan bila hasilnya positif akan ditangani sesuai dengan SOP hingga bertanggung jawab untuk pengiriman hasil guna dilakukan swab test,”tandasnya.

Sementara itu, Penasihat Hukum Yunus Basari, S.H membenarkan laporan Polisi yang diadukan pihaknya kepada Ketua DKR Fakfak karena diduda pencemaran nama baiik.

“Diduga melanggar Undang-Ubdang tentang ITE,”ujar Yunus Basari. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close