Metro Fakfak

Pemilik Apotik Satria Dipanggil, Bupati Uswanas : Rapid Test yang Digunakan Bukan Milik Pemerintah

FAKFAK, kabarfakfak.com – Bupati Fakfak Dr. Mohammad Uswanas, M.Si memanggil pemilik Apotik Satria Medika Fakfak untuk mengklarifikasi adanya tanggapan publik terkait alat Rapid Test prabayar.

Dalam keterangan klarifikasi, pemilik Apotik tersebut mengatakan bahwa, alat Rapid Test yang digunakan bukan milik Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak yang dibiayai oleh anggaran negara melainkan milik Klinik yang bersangkutan.

“Kalau dia sudah bilang begitu, kita mau biking apa, siapa saja punyak hak untuk membeli alat Rapid Test dan melayani masyarakat dengan tarif yang dia tentukan, karena itu haknya sesuai keahlian dia dibidang itu (spesialis,red),”kata Bupati ditemui wartawan diruang kerjanya, Selasa (16/6/2020) siang kemarin.

Pemberlakukan tarif atau biaya Rapid Test, lanjut Bupati, diberlakukan juga di daerah lain seperti di Pulau Jawa oleh Rumah Sakit Swasata untuk mengatasi masyarakat yang berpergian.

“Di Jakarta diberlakukan juga begitu kok, buka Internet atau YouTube lalu lihat, rumah sakit swasta A harganya sekian, rumah sakit B harganya sekian, kalau mau jelas kenapa sampai bayar harganya besar begitu, tanya mereka,”pinta Bupati.

Bupati minta masyarakat harus memahami baik, bahwa kerja Gugus Tugas Covid-19 di Kabupaten Fakfak sangat berat mencegah pengembangan Covid di daerah ini.

“Jadi mau beri kontribusi pikiran silahkan, nda usah lewat medsos (media sosial) datang ketemu Ketua Gugus Covid dan bicara, supaya transparan,”tandasnya. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close