Politik

Bawaslu Fakfak Minta Masyarakat Harus Berani Melapor Jika Melihat Dugaan Pelanggaran Pilkada

FAKFAK, kabarfakfak.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Fakfak minta masyarakat harus berani melaporkakan, jika melihat atau mempunyai dugaan pelanggaran Pemilukada 2020.

Hal itu ditegaskan Koordinator Divisi Hukum, Penindakan Pelanggaran dan Sengketa Bawalu Kabupaten Fakfak Abdul Tanggi Irirwanas, S.Si ditemui diruang kerjanya, Rabu (1/7/2020) sore tadi.

“Jadi saya minta kepada masyarakat agar tidak sekedar memberikan informasih yang meresahkan masyarakat di media sosial atau medsos tapi datang dan membawa bukti melapor ke Bawaslu Fakfak,”kata Tanggi sapaan akrabnya.

Hal ini menurutnya, sesuai Peraturan Bawaslu Nomo 14 tahun 2017 tentang penanganan laporan pelanggaran Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota.

“Pada pasal 6 ayat 1 Perbawaslu tersebut mengatakan bahwa, laporan dugaan pelanggaran pada setiap tahapan peneyelenggaraan pemilihan dapat disampaikan oleh warga negara Indonesia yang mempunyai hak pilih pada pemilihan setempat,”ujarnya.

Selain itu, lanjut Tanggi, pemantau dan peserta pemilihan bisa melaporkan, jika ada dugaan pelanggaran Pilkada di Kabupaten Fakfak.

“Jadi pada prinsipnya, masyarakat tidak saja melapor jika terjadi dugaan pelanggaran pemilukada, tetapi peserta dan pemantau pemilu juga bisa malporkan dugaan pelanggaran pemilukada,”tegasnya.

Sementara terkait dengan laporan langsung itu, sambung Tanggi, diatur dalam Pasal 9 Perbawaslu No 14 tahun 2017.

“Pada pasal 9 itu menjelaskan bahwa, laporan dugaan pelanggaran pemilihan disampaikan secara langsung di Kantor Bawaslu atau di Kantor Pengawas Pemilihan yang dituangkan dalam Formuli model A.1,”jelasnya. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close