Metro FakfakUncategorized

Waket MRPB Angkat Bicara, Dandim Fakfak : Yang Besar-Besarkan Isu Rasisme Itu Siapa??

FAKFAK, kabarfakfak.com – Dandim 1803/Fakfak Letkol Inf. Yatiman, A.Md mengatakan, Pemerintah Pusat telah mengelontarkan dana atusan triliun rupiah ke Papua dan Papua Barat. Namun kesejahteraan masyarakat tidak terlihat bahkan realisasinya tidak tepat sasaran.

Menurut Dandim dana otonomi khusus (Otsus) ratusan triliun rupiah itu harusnya sebanding dengan peningkatan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat di Papua.

“Kalau kita perhatian tingkat kemakmurannya belum signifikan, di mana kebocorannya. Ini yang perlu kita evaluasi,” ujar Dandim Letkol Inf. Yatiman kepada media ini, Rabu (1/7/2020) pagi tadi.

“Yang nggembar nggemborkan, membesar-besar isu rasisme itu siapa? Orang mana? Bukannya orang kita sendiri, Anak tiri darimana. Dana kampung isinya 10 org tapi dana kampungnya sampai Rp1 Miliar,”tambah Dandim.

Hal itu disampaiian Dandim mengklarfikasi pernyataan Wakil Ketua Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB), Cyrilus Adopak,SE. MM bahwa, selama orang Papua masih merasa di anak tirikan.

“Masih ada ketidak adilan, Rasisme yang tak kunjung hilang dan lain-lain maka selama itu pula kita tetap di hantui dengan munculnya kemauan-kemauan Orang Papua untuk memisahkan diri. Koreksi Semua itu demi NKRI,”ujar Cyrilus Adopak melalui salah satu WhatsApp Group.

Pernyatan Wakil Ketua (Waket) MRPB ini mengomentari pernyataan Dandim 1803/Fakfak via media ini menyikapi tanggal 1 Juli yang masih dianggap oleh sebagaian masyarakat, sebagai HUT TPN-OPM.

Dandim mengatakan bahwa, Papua sah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, mimpi Papua ingin memisahkan diri dari NKRI hanya membuang-buang energi, yang tidak akan membawakan kemajuan dan kemakmuran bagi rakyat Papua. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close