Metro Fakfak

Kerapatan Adat 7 Petuanan Tidak Membatalkan Hak Kesulungan Atas Hak Ulayat Marga

FAKFAK, kabarfakfak.com – Kerapatan Adat 7 Petuanan membahas dan menyepakati Batas Wilayah Petuanan tidak membatalkan hak kesulungan marga atau hak ulayat marga.

“Sama sekali itu tidak ada itu,”ujar Abner Hegemur mewakili Petuanan atau Raja Pikpik Sekar memberikan keterangan Pers usai Kerapatan Adat 7 Petuanan di Meeting Room Hotel Grand Papua Fakfak, Rabu (3/9/2020.

Abner mengatakan bahwa, dirinya merasa menyesal aksi demo yang di wadai oleh Dewan Adat Mbaham Matta dan LMA di daerah ini

“Untuk saudara-saudara yang kemarin kemungkinan diawadai oleh Dewan Adat dan LMA itu kami selaku bagian dari mereka, kami sangat menyesal,”kata Abner.

Menurutnya, forum ini tidak tertutup untuk komunitas masyarakat adat Mbaham Matta, termasuk Dewan Adat Mbaham Matta dan LMA.

“INOBU dan AKAPe sebagai fasilitator telah mengundang bapak Ketua Dewan Adat Mbaham Matta Sirzet Gwasgwas dan bapak Ketua LMA Arsad Wagab, namun berhalangan hadir, saya dapat informasih bahwa bapak berdua sedang sakit,”ujarnya.

Dewan Adat Mbaham Matta secara kelembagaan, kata Abner, memiliki program kerja salah satunya menata petuanan yang dimulai dari Petuanan Ati-Ati.

“Kami telah melakasanakan itu dan menjadi kewajiban kami menata petuanan yang lain,”ujarnya. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close