Hukum & Kriminal

Kejari Fakfak Limpahkan Berkas Dakwaan 2 Tersangka Pinjaman Dana DPRD ke Pengadilan Tipikor

FAKFAK, kabarfakfak.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Fakfak dalam waktu dekat melimpahkan berkas dakwaan terhadap dua tersangka perkara dugaan penyalagunaan sisa dana pada Bendahara Pengeluaran Sekretariat DPRD Kabupaten Fakfak ke Pengadilan Tipikor di Manokwari.

Pasalnya, Kasus dana pinjaman anggota DPRD Fakfak dari tahun 2011 hingga 2014 belum disetor ke Kas Daerah (Kasda) sehingga menimbulkan kerugian negara dari pinjaman itu.

Kepala Kejaksaan Negeri Fakfak melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Hasrul, S.H menuturkan berkas dakwaan yang diserahkan atas nama AR dan WW.

“Karena transportasi sudah mulai normal akibat Pandemi Covid-19, maka tanggal 7 September 2020 kita limpahkan berkas dan barang bukti ke Pengadilan Tipikor di Manokwari,”ujar Kasi Pidsus Harsul, S.H didampingi Kasi Intel Kejari Fakfak, Mathys A. Rahandra, S.H, M.H dan Staf Intel Edison Kabes, Jumat (4/9/2020) sore tadi.

Dua tersangka, sebut Hasrul melanggar kesatu primer Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Kedua tersangka dalam proses penyilidikan hingga masuk pada tahap tuntutan ini koperatif. Insyah Allah proses hingga pada putusan nanti berjalan lancar,”kata Hasrul.

Kasi Pidsus menyampaikan bahwa, ada tiga tersangka tidak dapat mempertangjawabkan uang negara yang dipinjamnya berdasarkan audit BPK, yang diduga merugikan uang negara sebesar  Rp. 542.725.000.

“Pinjaman ketiga tersangka ini berfariatif, untuk AR yang merupakan mantan pimpinan DPRD Kabupaten Fakfak periode 2011-2014, tidak mengembalikan pinjaman sebesar Rp.432. 425, sedangkan WW sebesar Rp. 65.800.000 dan AM tidak bisa mempertanggungjawabkan dana sebesar Rp. 44.500.000,”pungkasnya.

Dari tiga tersangka ini, sambung Kasi Pidsus, baru satu tersangka yaitu WW sudah mengembalikan, namun proses hukum tetap berlanjut.

“Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dijelaskan bahwa, pemgembalian kerugian negara tidak menghapuskan dipidananya pelaku tindak pidana,”jelasnya.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Fakfak Mathys A. Rahandra, S.H, M.H mengatakan, sebelumnya telah melakukan penyidikan terhadap kasus tersebut.

“Sebelumnya kami penyidik melakukan penyerahan tahap dua pada tanggal 20 Mei 2020 atas nama WW, dan dilanjutkan penyerahan tahap dua pada bulam september 2020 atas nama tersangka AR,”ujarnya.

Terkait dengan satu orang tersangka atas nama AM saat ini masih masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), dan sedang berupaya melakukan pencarian.

“Kami penyidik merupaya melakukan pencarian, kami juga berharap yang bersangkutan koperatif, sehingga proses hukum berjalan dengan lancar hingga pada putusan,”pintanya.

Tim Penyidik atau Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani perkara ini yakni, Hasrul, S.H (Kasi Pidsus Kejari Fakfak), Mathys A. Rahandra, S.H, M.H (Kasi Intel Kejari Fakfak) dan Maria P.J. Masella, S.H (Kasi Datun Kejari Fakfak). [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close