Hukum & Kriminal

Kejari Fakfak Lidik Pembangunan Rumah Pastori

FAKFAK, kabarfakfak.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Fakfak lagi-lagi menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan korupsi.

Laporan kali ini secara resmi melalui surat terkait pembangunan Rumah Pastori Gereja Pniel Kapartutin Kabupaten Fakfak.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Fakfak melalui Kasi Pidsus, Hasrul, S.H mengatakan, laporan secara tertulis selain ditujukan kepada Kejari Fakfak, Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Kejaksaan Agung dan Ombusmen.

“Atas dasar laporan secara tertulis itu, kami penyidik Kejaksaan Negeri Fakfak melakukan penyelidikan,”ujar Hasrul diruang kerjanya baru-baru ini.

Menurut Kasi Pidsus, berdasarkan laporan resmi itu, Gereja Kapaurtutin mengajukan proposal ke Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk mendapatkan dana Hibah pembangunan rumah Pastori.

“Proposal bantuan senilai kurang lebih Rp 1 Milyar dikabulkan melalui APBD Provinsi Papua Barat tahun 2018, dan pencairannya dua tahap, yakni tahap pertama Rp 500 juta dan tahap kedua Rp 500 juta. Namun pekerjaan rumah pastori itu belum selesai dikerjakaan dari tahun 2018 hingga tahun 2020,”ujar Hasrul.

Menurutnya, indikasi awal terjadi selisi, dimana Laporan Pertanggungjawaba (LPJ) yang disampaikan di sidang majelis berbeda dengan LPJ yang disampaikan ke Pemerinta Provinsi Papua Barat.

“Dari indikasi itu, kami melakukan penyelidikan, dan sejumlah orang sedang kami mintai keterangan,”jelasnya. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close