Metro Fakfak

FKMM Kembali Unjuk Rasa di Depan Kantor Bupati Fakfak Tuntut Segera Umumkan Hasil CPNS 2018

FAKFAK, kabarfakfak.com – Forum Komunikasi Anak Adat Mbaham Matta (FKMM) Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat kembali unjuk rasa di depan Kantor Bupati Fakfak, Senin (21/9/2020) siang.

Mereka mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak segera mengumumkan hasil tes CPNS Formasi Tahun 2018 sesuai kuota 80 persen Orang Asli Papua (OAP) dan 20 persen Non OAP.

Pantauan media ini, sempat terjadi aksi pembakaran ban mobil di depan Kantor Bupati, namun digagalkan oleh aparat Kepolisian Resort Fakfak.

Asisten Bidang Perikonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Fakfak Charles Kambu mewakili Bupati menanggapi tuntutan pengunjuk rasa, namun masa tidak menghiraukan.

Suasana Asisten Bidang Perikonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Fakfak Charles Kambu mewakili Bupati menanggapi tuntutan pengunjuk rasa/foto monces.

Bahkan spontan pengunjuk rasa menyuruh Charles Kambu masuk kembali ke ruangan, karena hanya menjadi ban serep untuk melayani pengunjuk rasa.

Bukan itu saja, pengunjuk rasa minta Charles Kambu berhenti berbicara, karena beberapa bulan lagi sudah pensiun dari ASN.

Bahkan juga Pengunjuk rasa menolak Sekretaris BKPSDM berhenti berbicara, jika kembali menyampaikan jawaban aspirasi sebelumnya.

Mendengar teriakan pengunjuk rasa itu, Charles Kambu dan Sekretaris BKPSM meninggalkan pengunjuk rasa dan masuk ke dalam Kantor Bupati.

Suasana aksi unjuk rasa FKMM di Depan Kantor Bupati Fakfak/foto monces.

Beberapa perwakilan pengunjuk rasa masuk ke dalam ruangan bertemu dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Fakfak, Drs. H. Ali Baham Temongmere, M.TP.

Karena pengunjuk rasa lama menunggu, teriakan masa meminta perwakilan segera keluar dari ruang Sekda, “Jangan ada kepentingan sepihak,”teriak pengunjuk rasa.

Pengunjuk rasa minta tidak ada pertemuan khusus, Pemerintah Daerah harus transparan menjawab aspirasi, tak lama Sekda didampingi Forkopimda diantaranya Dandim 1803/Fakfak menghampiri pengunjuk rasa.

Di depan puluhan pengunjuk rasa, Sekda menjelaskan pengumuman hasil CPNS tahun 2018 direncanakan 30 Agustus 2020, namun ditunda menunggu terpenuhinya kuota 80 persen OAP dan 20 persen Non OAP.

“Tuntutan, bapa, ibu adik-adik itu, sama seperti tuntutan kami juga pertemuan bersama MenPAN – RB di Jakarta,”ujar Sekda.

Menurutnya, ada beberapa masalah teknis yang tidak bisa dipaksanakan daerah untuk membuat porsi 80-20 persen tanpa memiliki dasar hukum, karena ancamanya Nomor Induk Pegawai yang tidak akan keluar didata MenPAN-RB.

“Oleh karena itu, pemerintah Kabupaten Fakfak telah mengajukan kembali porsi 80-20% kepada pemerintah pusat agar memperhatikan OAP dan Non OAP,”kata Sekda.

Lanjut Sekda, pengajuan kembali perubahan tuntutan kuota 80-20 persen dan tuntutan itu saat ini telah ada di KemenPAN-RB.

“Akibat perubahan tersebut sehingga MenPAN-RB perlu mengeluarkan satu aturan agar menetapkan hasil tersebut sesuai dengan apa yang diusulkan, dan sampai hari ini hasil belum ada, untuk mohon bersabar,”pinta Sekda.

Pada kesempatan itu Sekda mengatakan tidak benar informasi melalui media termasuk media sosial terkait pengumuman hasil tes CPNS Formasi Tahun 2018.

“Kalau sudah ada pasti kita umumkan, kalau belum ada tidak bisa kita umumkan, oleh sebab itu kita semua tunggu karena nanti hasil keluar bersamaan dengan kabupaten/kita kota lain di tanah papua, papua barat,”tandas Sekda.

Aksi tersebut dikawal aparat kemanan Polres Fakfak dan Satpol PP. Setelah mendengar penjelasan dari Sekda, masa membubarkan diri dengan tertib dan aman. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close