HeadlineMetro Fakfak

Palang Kantor Pelni, Kodim Beri Deadline 3 Hari, Dandim : Kalau Tidak Dibuka, Saya Bongkar!

Dandim 1803/ Fakfak Letkol Inf. Yatiman, A.Md.

FAKFAK, kabarfakfak.com – Komando Distrik Militer (Kodim) 1803/Fakfak memberikan batas waktu (deadline) 3 hari kepada oknum masyarakat yang mengaku pemilik hak ulayat guna membuka palang Kantor PT. Pelni Cabang Fakfak.

“Saya beri batas waktu tiga hari, kalau sampai nggak buka, saya akan bongkar palang itu,”tegas Dandim 1803/Fakfak Letkol Inf. Yatiman, A.Md via ponsel, Jumat (24/5/2019) siang tadi.

Menurut Dandim, tindakan Kodim berdasarkan Undang-Undang Nomor 34  tahun 2004 tentang tugas pengamanan obyek vital Nasional, salah satunya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT. Pelni Fakfak.

“Pelni itu merupakan obyek alat vital negara, yang harus dilindungi, jadi jangan main-main, akan berhadapan dengan TNI, sesuai undang-undang, saya perintah sebaiknya palang segera dibuka,”tegas kembali Dandim.

Dandim sangat menyangkan sikap oknum masyarakat yang tidak beradab, tidak berprikemanusiaan memalang Kantor PT. Pelni Cabang Fakfak yang merupakan salah satu BUMN asset Pemerintah.

“Orang-orang seperti ini tidak perlu dibiarkan, harus ditindak, karena tela merugikan banyak orang,”kata Dandim.

Dandim mengatakan, pemalangan ini sangat berdampak pada proses administrasi atau pengaturan jadwal keluar masuknya kapal, sehingga mengakibatkan terganggunya distribusi logistik dari dan keluar wilayah Fakfak.

“Selain itu, bulan Ramadhan dan mendekati hari raya Idul Fitri, akses distribusi logistik, arus mudik lebaran maupun liburan sangat terganggu,”jelasnya.

Deadline waktu 3 hari ini, tambah Dandim, sudah disampaikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak melalui surat yang ditujukan kepada Bupati Fakfak.

“Ini tugas Pemerintah Daerah yang harus segera selesaikan, sebab kalau batas waktu yang ditentukan, tidak segera ditindaklanjuti, maka saya akan bongkar palang itu,”tandasnya. [monces]

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close