EkonomiHeadlineMetro Fakfak

Kadisperindag Mengklaim Tiga Pasar di Kabupaten Fakfak Terbakar

FAKFAK, kabarfakfak.com – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) Kabupaten Fakfak Drs. Husin Bay, M.AP mengklaim 3 pasar di Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat terbakar 21 Agustus 2019.

Husien Bay menyebutkan, 3 pasar tersebut, yakni Pasar Induk berlantai Tiga, Toko siap saji dan Pasar Otonomi Khusus (Ottsus) yang tidak jauh dari pos penarikan retribusi masuk pasar Thumburuni.

“Sementara pasar swadaya masyarakat disamping kiri pasar Induk terjadi 70 persen penjerahan dan 20 hingga 30 persen terjadi penjerahan di pelataran pasar Thumburuni,”kata Husein Bay diruang kerjanya, Jumat (13/9/2019) sore,

Dikatakannya, dampak dari insiden kebakaran yang menghabiskan seluruh bangunan pasar dan isinya menyebabkan terjadinya mengalami kerugian material dagangan dan fisik bangunan.

“Para pedagang mengalami trauma dan gangguan psikologis, mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup dan sebagian pedagang terlilit angsuran kredit,”ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, terhentinya aktivitas transaksi jual beli di pasar untuk sementara waktu, terganggunya arus transportasi yang disebabkan penyebaran lapak dagangan yang tidak sesuai peruntukannya.

“Hilangnya pusat perbelanjaan yang menjadi salah satu sentra ekonomi daerah dan hilangnya potensi Pendapatan Asli Daerah atau PAD Kabupaten Fakfak,”jelasnya.

Husein mengisahkan, pasar Tumburuni Kabupaten Fakfak merupakan pasar rakyat yang dibangun pada tahun 2000 di atas tanah Pemerintah Kabupaten Fakfak seluas 8.818 meter persegi yang terdiri dari 5.670 meter persegi, dimana bangunan pasar dan ditempati oleh 1.021 pedagang beralamat di Jalan tumburuni Kelurahan Fakfak Selatan Distrik Fakfak Kabupaten Fakfak.

“Pasar Rakyat tumburuni Kabupaten Fakfak berdasarkan peraturan Bupati Fakfak Nomor 62 tahun 2018 tentang pembentukan unit pelaksanaan teknis pada dinas daerah dikemukakan bahwa UPT Dinas Perdagangan dan Perindustrian terdiri dari UPT pengelolaan tipe A.

Dijelaskannya, sesuai Peraturan Menteri perdagangan Republik Indonesia Nomor 37/M-DAG/PER/5/2017 tentang pedoman pembangunan dan pengelolaan sarana perdagangan sebagaimana dimaksud pasal 2 yakni pasar rakyat tipe A adalah merupakan pasar rakyat dengan operasional pasar harian jumlah kapasitas pedagang paling sedikit 400 orang dan atau luas lahan paling sedikit 5000 meter persegi.

“Akses menuju pasar tambaruni relatif cukup muda bangunan Pasar Murni adalah bangunan permanen dan pada beberapa bangunan di samping Pasar Induk terdapat pula bangunan semi permanen di dalam area yang cukup luas ini terdapat sebuah bangunan berlantai tiga,”jelasnya.

Disebutkannya, tiga lantai terdiri dari lantai bawah menjual sayur mayur dan umbi-umbian, buah-buahan kelontongan kuliner warung kopi kelapa parut tahu atau tempe dan komoditas hasil bumi lainnya.

“Sementara lantai 2 dan 3 terdapat ruang dagang yang menjual pakaian elektronik, perhiasan kosmetik, alat jahit, obat-obatan, peralatan rumah tangga beserta aksesoris lainnya,”ujarnya.

“Pasar ini relatif cukup bersih untuk ukuran pasar rakyat karena tersedia tempat pembuangan sampah sehingga sampah tidak berserakan barang-barang yang diperjualbelikan relatif cukup berkualitas dan terjangkau,”tandasnya. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close