HeadlineHukum & Kriminal

Rusuh di Fakak Terus Diselidiki, Polisi Datangkan Tim Ahli

FAKFAK, kabarfakfak.com – Polisi Resort Fakfak Polda Papua Barat masih melakukan penyelidikan terkait kasus demo damai yang berujung anarkis atau kerusuhan 21 Agustus 2019 di Kabupaten Fakfak.

Kapolres Fakfak AKBP. Deddy Foury Millewa, S.H, S.I.K, M.I.K mengatkan, pihaknya (penyidik,red) akan mendapatangkan ahli Tehknologi, ahli Bahasa, dan Ahli Forensik dan beberapa ahli lainnya.

“Kita sudah melaksanakan pemeriksaan saksi sebanyak 20 saksi yang menjurus kelanjutan dari penetapan tersangka. Untuk itu kita harus buktikan dengan datangkan ahli bahasa, ahli teknologi dan ahli forensik, ahli tata negara, dan ahli lainnya,”kata Kapolres di Mapolres Fakfak, Senin (16/9/2019) siang.

Menurut kapolres, tidak saja upaya kerja Polisi mengusut sampai tuntas kasus tersebut, namun perlu dukungan dari masyarakat, yang hendak apabila mempunyai bukti-bukti yang kuat laporkan kepada Polisi.

“Sebab pengungkapan sebuah kasus atau perkara tidak ada katanya-katanya, harus perlu bukti yang akurat. Untuk itu perlu dukungan masyarakat, perlu bantuan masyarakat kalau merasa dirugikan terkait kejadian lalu, atau punya bukti, atau ingin jadi saksi dalam perkara itu segera datang dan melapor ke Polres Fakfak,”pinta Kapolres.

Senada dengan Kapolres, Kasat Reskrim Polres Fakfak AKP. Misbachul Munir, S.I.K menjelaskan bahwa, yang dimaksud dengan saksi yang dimintai keterangan adalah orang yang melihat langsung atau berada pada saat kejadian pengrusakan dan pembakaran pasar Thumburuni.

“Jadi saksi yang kita periksa, seleksi lagi bukan hanya mendengar saja, tetapi mengalami langsung dan kesaksiannya A1 artinya bisa dipertanggungjawabkan baik secara hukum maupun secara moral, tapi kalau kita hanya mendengar saja, terus kita kebangkan lagi, maka itu bukan faktanya, tapi itu katanya-katanya,”kata Kasat Reskrim.

Menurutnya, diluar dari saksi, penyidik akan menampung semua bukti-bukti yang ada berupa rekaman video, jarak dekat yang menjelaskan siapa melakukan apasaja saat kejadian.

“Kalau vodeo dari jauh kejar-kejaran, itu tidak bisa kita buktikan, tapi kalau ada vedeo saat pengurusakan atau kebakaran itu yang akan kita terima sebagai bukti untuk proses siapa pelakunya,”jelasnya. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close