HeadlineKesehatan

Insentif Perawat hanya Rp 800 Ribu/bulan, Ketua PPNI Fakfak : Tidak Berimbang Beban Kerja

FAKFAK, kabarfakfak.com – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Fakfak, Pierre S. Kwando, M.Kep. memyoroti besaran jasa pembayatan insentof bagi para perawat.

Selain itu, dia juga mempertanyakan dasar penghitungan dan penentuan besaran insentif perawat yang dinilai tidak berimbang dengan beban kerja.

“Penentuan besaran inenstif perawat dan dokter, saya menilai sangat tidak berimbang dengan beban kerja mereka dilapangan selama ini,”ujar Pierre.

Untuk itu, dia minta Instansi tetkait agar melibatkan pihak-pihak terkait dalam hal ini ptofesi tenaga medis untuk menentukan besaran insentif perawat dan dokter.

“Jadi untuk menentukan besaran jasa perawat dan dokter itu tidak bisa ditentukan sendiri, harus melibatkan profesi tenaga medis ini, tidak bisa ditentukan menurut kita sendiri,”tandasnya.

Sorotan Ketua PPNI terkait adanya insentif dokter Puskesmas perbulan Rp 5 juta, sedangkan insentif tenaga medis sebesar Rp 800 ribu hingga Rp 1,2 juta/bulan.

Besaran insetif disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Fakfak, Gondo Suprapto, SKM, M.Si kepada wartawan diruang kerjanya kemarin.

“Besaran insentif tenaga medis di Puskesmas dilihat dari jenjang pendidikannya,”kata.Gondo Suprapto.

Namun ketika ditanyai besarnya insentif tenaga dokter di RSUD Fakfak, dia tak dapat berkomentar karena dirinya tak tau besarannya insentif tersebut tetapi dia memperkirakan lebih besar dari insentif dokter Puskesmas karena di RSUD ada shief jaga malam.

“Insentif dokter RSUD lebih besar diperkirakan sekitar kurang kebih Rp. 7,5 juta,”ujarnya. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close