HeadlineMetro Fakfak

DPRD dan Pemda Fakfak Bahas RAPBD 2020 dan 2 Raperda

FAKFAK, kabarfakfak.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Fakfak menggelar Sidang Paripurna membahas Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Fakfak tahun 2020.

Selain itu juga membahas dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) usulan Pemerintah Daerah yakni, Raperda tentang perubahan atas Perda Nomor 4 Tahun 2013 tentang pengelolaam barang milik daerah dan Rancangan Peraturan Daerah tentang perubahan atas Perda Nomor 4 tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah.

Sidang Paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Fakfak Iskandar Tassa, A.Md.T dilaksanakan di gedung Sidang Dewan, Jumat (29/11/2019) sore

Bupati Fakfak dalam pidatonya dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Fakfak Drs. H. Ali Baham Temongmere, M.Tp menyampaikan bahwa RAPBD tahun anggaran 2020 ditergetkan sebesar Rp 1.284.254.690,051,00.

“Target tersebut belum termasuk Dana Alokasi Khusus (DAK) 2020, sementara target penerimaan yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus dan dana bagi hasil sumber daya alam minyak bumi dan gas bumi dalam rangka Otonomi Khusus masih mengacu pada terget yang lalu,”ujarnya.

Sementara target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 71.973.919.166,00, target dana perimbangan sebesar Rp 801.256.598.136,00, dan pendapatan daerah dari lain-lain sebesar Rp 411.024.172.749,00.

Selanjutnya dari sisi target belanja daerah sebesar Rp 1.331.254.690.051,00, yang terdiri dari target belanja tidak langsung sebesar Rp 719.742.810.081,34, dan target belanja langsung sebesar Rp 96.703.010.835,39.

“Kenaikan tersebut lebih dipengaruhi oleh kenaikan gaji dan tunjangan, dimana kenaikan gaji pokok sebesar 5 persen ditahun 2019, yang dijadikan perhitungan anggaran di tahun 2020,”kata Sekda.

Selain itu, lanjut Sekda, dana Hibah kepada KPU dan Bawaslu untuk Pilkada tahun 2020 belanja langsung sebesar Rp 611.511.879,66, yang digunakan untuk membiayai belanja pegawai, belanja barang, jasa dan belanja modal.

“Penerimaan pembiayaan yang merupakan perkiraan sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) tahun sebelumnya dianggaran sebesar Rp 47.000.000.000,00, digunakan untuk tutup defisit,”jelas Sekda.

Sekda berharap pembahasan rancangan APBD TA 2020 dapat diselesaikan dalam waktu yang telah terjadwal. Sehingga Raperda APBD TA 2020 dan dua Raperda usulan Pemda dapat disepekati. [monces]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close